Komputer · June 22, 2021

3 Troubleshooting Komputer dan Tips Mengatasinya

Saat ini telah banyak orang yang bisa mengoperasi komputer secara baik dan normal. Namun, hanya sedikit yang memahami troubleshooting yang sering terjadi di komputer. Troubleshooting merupakan istilah yang sering digunakan ketika komputer mengalami masalah pada bagian hardware ataupun software.

Umumnya, pengguna cenderung bingung bahkan panik ketika perangkat komputer yang mereka miliki tidak bisa berjalan dengan normal. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan pengguna terhadap sumber masalah. Untuk itu, ulasan ini bisa dijadikan referensi ketika terjadi troubleshooting komputer dan kamu juga akan mendapatkan tips mengatasinya.

Troubleshooting Komputer dan Tips Mengatasinya

Banyak pengguna yang cenderung menyepelekan masalah ini karena mengapnya sebagai kejadian biasa. Alhasil, perangkat komputer yang dimiliki menjadi cepat rusak dan sering dibawa ke tempat jasa service. Tentunya ini sangat merugikan kamu jika dibiarkan secara berkelanjutan.

Hal ini juga yang menjadikan troubleshooting komputer harus dipahami dengan baik agar kamu dapat melakukan tindakan respons yang tepat ketika terjadi masalah terhadap perangkat komputer yang dimiliki. Di bawah ini berbagai macam troubleshooting yang sering terjadi di komputer dan tips mengatasinya.

1. Komputer Menyala Tetapi Layar Blank

Pengguna komuter mungkin sering mengalami kasus seperti layar yang blank padahal perangkat CPU sudah dinyalakan. Masalah ini memang sering terjadi pada perangkat komputer. Terdapat berbagai faktor yang menjadi penyebab. Namun, kamu bisa mengikuti cara di di bawah ini.

Pertama, matikan terlebih dahulu CPU komputer dan buka bagian casing.

Buka slot dan lepaskan RAM yang ada di bagian motherboard.

Bersihkan bagian kuningan RAM menggunakan penghapus karet. Selain itu, bersihkan juga slot memori menggunakan bantuan kuas.

Jika sudah, pasang kembali RAM pada bagian slot sebelumnya.

Hidup kan kembali CPU dan lakukan pengujian pada perangkat komputer kamu.

Jika layar monitor masih tetap blank, maka kemungkinan telah terjadi kerusakan pada bagian RAM. Kamu bisa menggantinya dengan RAM baru sesuai dengan tipe yang kompatibel pada motherboard tersebut.

2. Disk Boot Failure

Tulisan ini akan tampil ketika komputer tidak bisa masuk ke dalam sistem operasi. Masalah ini terjadi bukan dikarenakan Windows, tetapi terdapat kerusakan di bagian hardware komputer. Khususnya di bagian harddisk yang menjadi sumber masalah. Jika kamu mengalami kejadian ini, maka cara yang dapat dilakukan seperti di bawah ini.

Langkah pertama, masuk ke bagian BIOS dengan menekan tombol F12 ataupun yang lainnya. Sesuaikan dengan merek komputer yang dimiliki.

Setelah tampil halaman BIOS, masuk ke bagian pengaturan standar harddisk. Jika dilihat harddisk muncul, maka masalahnya terdapat pada partisi yang hilang.

Kamu dapat melepaskan harddisk di bagian CPU dan pasang kembali agar terbaca oleh sistem. Pastikan proses ini kamu lakukan ketikan CPU sudah dimatikan sebelumnya.

3. Flashdisk Tidak Terdeteksi Komputer

Troubleshooting komputer lainnya yang sering terjadi adalah masalah flashdisk tidak terbaca oleh komputer. Masalah ini cukup sering dialami pengguna dan akhirnya menghambat proses transfer file yang sebelumnya ingin dilakukan. Berikut ini cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi masalah tersebut pada komputer.

Analisa pertama adalah mengecek port USB pada bagian CPU. Bagian ini mudah kotor akibat debu yang menumpuk sehingga flashdisk tidak bisa dibaca.

Kamu dapat membersihkannya terlebih dahulu atau menggantinya ke lubang atau port USB lainnya.

Jika masih belum terdeteksi dan tidak ada indikator lampu ataupun sebagainya di flashdisk, maka kemungkinan flashdisk tersebut telah mengalami kerusakan.

Selain kasus di atas, terdapat juga troubleshooting lainnya yang sering terjadi di perangkat komputer. Tentunya, kamu bisa melakukan analisa terlebih dahulu untuk mengecek sumber permasalahan yang terjadi pada komputer.